jump to navigation

Saya hanya ingin kembalikan kejayaan Golkar September 14, 2009

Posted by suryonegoro in caleg dpr ri dapil jatim 2.
Tags: , , , , ,
trackback

WAWANCARA
Saya Hanya Ingin
Kembalikan Kejayaan Golkar

aburizal-bakrie-01_Aburizal Bakrie

Senin, 14 September 2009

Tanggal 4-7 Oktober mendatang, Partai Golkar menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VIII di Pekanbaru, Riau. Sebagai forum tertinggi, hajatan akbar ini menjadi momentum emas bagi kader dan pengurus Partai Golkar “menyingsingkan lengan baju” untuk merebut kembali kejayaan.
Munas kali ini memunculkan optimisme besar. Betapa tidak, kandidat Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie tampil meyakinkan dengan keunggulan program. Ia dinilai mampu mengembalikan harkat dan martabat “beringin”.
Ada banyak alasan kuat mengapa anggota Dewan Penasihat Partai Golkar yang akrab disapa Ical ini dianggap sanggup memompa semangat “Golkar Bangkit” untuk memenangi pesta demokrasi mendatang. Kini, dukungan kepada Ical semakin menguat dan tak terbendung.
Berikut wawancara Wakil Redaktur Politik Harian Umum Suara Karya Yudhiarma MK dengan Aburizal Bakrie, di kediamannya, Jalan Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/9), terkait pencalonannya sebagai “kandidat nakhoda” DPP Partai Golkar.
Apa yang mendorong Anda ingin menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar?
Dalam hidup ini, saya paling senang berorganisasi, mulai dari SD, SMP, SMA, sampai ITB sebagai Ketua Senat Fakultas Teknik Elektro. Kemudian bersama kawan-kawan, saya mendirikan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Pada waktu Persatuan Insinyur Indonesia (PII) tak terdengar suaranya, saya langsung ambil alih dan menjadikannya organisasi besar. Waktu Kadin Indonesia terpuruk, sebagai anggota, saya merasa terpanggil dan berhasil memajukannya.
Demikian juga dengan Golkar. Saya merasa, Golkar memerlukan seseorang yang mau memberikan bakti, dana, dan wawasan untuk mengembalikan kejayaannya. Dengan pengalaman yang ada, saya merasa terpanggil membesarkan Golkar. Jadi, tujuan saya semata-mata agar Golkar jaya. Tak ada maksud kalau pada tahun 2014 saya mau maju jadi calon presiden. Dengan segenap daya dan upaya, saya hanya ingin mengembalikan kejayaan Golkar.
Kabarnya, meski diminta Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono, Anda tidak bersedia lagi menjadi menteri demi memajukan Golkar?
Ya, sewaktu memimpin Kadin Indonesia, saya juga tak pernah membayangkan akan menjadi menteri. Sampai ketika Pak Jusuf Kalla mengatakan pada saya, Pak Ical nanti jadi menteri. Saya bilang, saya jadi dewan penasihat saja. Sampai akhirnya beliau bilang, kalau mau berenang mesti basah, harus mencebur sekalian, akhir-nya jadilah saya menteri.
Karena itu, kini saya menolak menjadi menteri lagi, karena ingin fokus bekerja untuk Partai Golkar. Sebab, saya sudah sejak tahun 1970-an menjadi anggota Golkar, sehingga saya ingin partai ini jaya kembali.
Agenda dan program apa yang Anda tawarkan untuk Partai Golkar?
Pertama, saya mengharapkan Partai Golkar ke depan menjadi organisasi yang modern. Kalau meminjam istilah anak muda, Golkar harus gaul dan sarat program dan pemikiran maju yang bersentuhan langsung dengan rakyat, di seluruh bidang kehidupan.
Lalu, keorganisasiannya mesti kita rombak. Problemnya kan, kelembagaan partai dari pusat sampai daerah atau desa, tidak jalan, tidak ada keterkaitan. Kita lupa bahwa pemilih pada saat pemilu bukan elite, tapi adalah rakyat. Dengan demikian, maka yang akan kita garap adalah organisasi yang ada di daerah atau desa. Untuk menjalankan itu, banyak yang kita siapkan guna membangun kembali Golkar ke depan. Organisasi ini harus jalan dan bisa menarik hati rakyat.
Selanjutnya?
Kedua, kita harus membenahi masalah isu. Selama ini, isu yang dipilih Partai Golkar, menyangkut masalah pembangunan proyek-proyek besar. Misalnya, mengenai perdamaian Aceh, pembangunan pelabuhan, bandar udara, dan pembangkit listrik. Coba bandingkan dengan isu yang dipakai Partai Demokrat yang langsung menyentuh kehidupan rakyat. Seperti bantuan langsung tunai (BLT), pendidikan, kesehatan, PNPM Mandiri, isu raskin (beras untuk rakyat miskin), dan sebagainya. Ini untuk review saja, bukan untuk saling menyalahkan.
Lalu?
Ketiga, menyiapkan sistem pengaderan yang baik. Dulu, kita punya kegiatan pengaderan sampai tingkat desa, dengan adanya kader penggerak teritorial desa (karakterdes), kader fungsional (karsinal), dan sebagainya. Sehingga, Golkar dianggap sebagai partai yang paling baik pembinaan kadernya. Sepertinya, sekarang masalah pembinaan kader ini terlupakan. Karena itu, ini akan menjadi perhatian dan fokus pembinaan ke depan.
Yang keempat, kita miskin dengan konsep-konsep strategis, tapi justru kaya dengan kebijakan-kebijakan yang bersifat sesaat. Sehingga, kebijakan dan pemikiran strategis mesti kita kedepankan. Misalnya, partai harus memikirkan bagaimana bersikap terkait masalah politik luar negeri, pertahanan, keamanan, sosial, budaya, ekonomi, dan sebagainya.
Menurut sejumlah survei, Anda adalah kandidat yang paling banyak mengantongi dukungan. Bisa Anda jelaskan?
Ya, insya Allah, dengan segala kerendahan hati kita berdoa kepada Allah SWT semoga bisa meraih kemenangan. Seorang manusia itu harus berani dan optimistis.
Soal tantangan dan persaingan, itu biasa. Saya punya pengalaman saat Munas Kadin Indonesia, di mana Pak Harto ketika itu menginginkan calon lain dan mengutus delapan menteri sebagai “tim sukses”. Tapi, mereka saya lawan, sehingga saya menang menjadi Ketua Kadin Indonesia. Itu di zaman ketika Orde Baru sangat kuat dengan berbagai intimidasi dan sebagainya, saya berani melawan dan menang (menjadi Ketua Kadin Indonesia-Red).
Sejauh ini, para kader, pengurus Partai Golkar, dan pengamat menganggap Anda sebagai kandidat dengan kans paling kuat, tanggapan Anda?
Amin, itu kan doa dan harapan. Untuk membangun partai, yang paling penting adalah kualitas pemikiran, kepemimpinan dan pengalaman. Untuk memimpin sebuah organisasi sebesar Golkar, harus punya track record yang baik. Saya punya pengalaman di pemerintahan sebagai Menko Perekonomian dan Menko Kesra. Di Menko Perekonomian saya menangani masalah dunia, dan di Menko Kesra saya bicara masalah akhirat. Jadi, pengalaman komplet saya persembahkan untuk rakyat dan Golkar.
Bagaimana strategi Anda mengatasi black campaign, sehingga dukungan terhadap Anda tetap tinggi?
Saya selalu mengatakan pada kubu saya, kita harus bersaing secara gentlement. Kubu saya tidak boleh ada yang menjelek-jelekkan pihak lain. Meski kita tahu black campaign kepada saya begitu besar dan berat, tidak perlu saya ceritakan kepada Anda. Orang membuat black campaign, biarkan saja. Saya yakin, bahwa nanti kebenaran akan tiba.
Seperti isu lumpur Sidoarjo, ini sudah tidak laku. Keluarga Bakrie sudah menerima ribuan orang (korban lumpur Sidoarjo-Red). Mereka datang kepada saya menyampaikan terima kasih, kami mengadakan buka puasa bersama, dan sebagainya. Kini, masyarakat justru berbalik mempertanyakan siapa yang memanfaatkan isu itu.
Karena itu, sikap DPD II Partai Golkar justru bertambah mendukung saya. Termasuk di Jawa Timur, 36 DPD Golkar di sana mendukung saya. Perlu diketahui, Partai Golkar di Sidoarjo menang pemilu. Pernyataan resmi DPD I Partai Golkar Jawa Timur yang dipimpin Pak Soenarjo juga mendukung saya. Jadi, isu itu betul-betul jadi bumerang bagi mereka yang memanfaatkannya untuk kepentingan yang tidak baik.
Bagaimana tanggapan soal persaingan yang semakin ketat?
Saya kira dukungan kepada kami tidak berkurang, tapi justru bertambah. Sebelumnya, dukungan itu memang masih cair. Tapi sekarang sudah sangat konkret. Hitungan riil, yang betul-betul solid dan tidak mungkin berubah mendukung saya ada sekira 393 suara. Tapi kalau total, 450 suara. Kalau dengan digabung dengan yang masih “abu-abu” dan yang belum kita hitung, akan berjumlah 450 suara dari total 538 (yang punya suara dalam Munas Golkar-Red).
Ada yang memprediksi, Anda akan terpilih secara aklamasi. Respon Anda?
Ini psoses demokrasi. Bagi orang yang hidupnya berolah raga, kalah menang itu biasa. Kalau dalam era demokrasi terjadi suatu pertandingan, maka yang bertanding harus siap menang atau kalah.***
sumber : Suara Karya Online

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: